Bacaan Setahun: 1 Tawarikh 29; 2 Tawarikh 1
Pembahasan: 1 Tawarikh 29:1–19
Ayat Rhema:
"Sebab siapakah aku ini dan siapakah bangsaku, sehingga kami mampu memberikan persembahan sukarela seperti ini? Sebab dari pada-Mulah segala-galanya dan dari tangan-Mu sendirilah persembahan yang kami berikan kepada-Mu." — 1 Tawarikh 29:14
Ketika Daud dan bangsa Israel memberi persembahan untuk pembangunan Bait Allah, mereka tidak melakukannya karena terpaksa. Mereka memberi dengan hati yang rela dan bersukacita (ay.9). Daud menyadari bahwa segala sesuatu yang mereka miliki sebenarnya berasal dari Tuhan. Memberi menjadi sebuah kehormatan karena mereka sedang mengembalikan apa yang telah Tuhan percayakan.
Demikian juga dalam kehidupan kita. Tuhan Yesus tidak hanya melihat apa yang kita berikan, tetapi hati di balik pemberian itu. Tuhan tidak mencari pemberian yang besar tanpa kerelaan, tetapi hati yang rela memberikan yang terbaik. Ketika kita menyadari bahwa semua yang kita miliki berasal dari Tuhan, kita dapat memberi dengan ucapan syukur, bukan dengan keterpaksaan.
Hati yang rela memberi lahir dari hati yang menyadari bahwa semuanya berasal dari Tuhan.
Yang harus dilakukan
✅ Belajar memberi dengan sukacita dan kerelaan.
✅ Syukuri semua yang Tuhan percayakan.
✅ Berikan yang terbaik untuk Tuhan Yesus.
Pokok Doa
“Tuhan Yesus, berikan saya hati yang rela memberi dan selalu bersyukur atas segala yang Engkau percayakan. Ajarlah saya memberikan yang terbaik bagi kemuliaan-Mu. Amin.”
Tuhan Yesus memberkati berlimpah, limpah, dan limpah.
Salam Damai Sejahtera,
Tim Penggembalaan
Gosyen Blessing Church