Bacaan Setahun : 2 Raja-raja 14, 2 Tawarikh 25
Pembahasan : 2 Tawarikh 25 : 1-28
Ayat Rhema:
"Ia melakukan apa yang benar di mata TUHAN, hanya tidak dengan segenap hati."—2 Tawarikh 25 : 2
Nama Amasia (אֲמַצְיָה) berarti “Tuhan adalah kekuatanku, Allah maha kuasa”. Namun sayangnya, hidupnya tidak mencerminkan arti namanya. Awalnya ia taat, bahkan rela kehilangan seratus talenta perak untuk menuruti perintah Tuhan. Tetapi setelah menang atas orang Edom, Amasia menjadi sombong, menyembah allah orang Seir, menolak nasihat nabi, bahkan menantang Raja Israel. Kesombongan itu berakhir dengan kehancurannya.
Kita belajar bahwa keberhasilan bisa menjadi ujian terbesar. Saat Tuhan memberkati dan mengangkat kita, godaan yang mulai muncul adalah mulai menganggap kita sendiri mampu dan kuat. Inilah akar kesombongan yang menjerat Amasia. Tetapi Yesus mengajarkan jalan yang berbeda: “Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu” (Mrk 10:43). Artinya, cara Tuhan untuk menjaga kita tidak sombong, tetap rendah hati adalah dengan sikap melayani. Melayani mengingatkan bahwa kita mampu karena dimampukan, keberhasilan adalah anugerah, bukan hasil kekuatan kita sendiri.
Yang harus dilakukan
✅ Ucapkan syukur dan tanyakan pada diri kita: “Apakah ingin melayani atau ingin dilayani?”
✅ Jadikan kesuksesan sebagai kesempatan untuk lebih rendah hati.
Pokok Doa
Tuhan, ajar aku untuk selalu mengingat bahwa Engkaulah kekuatanku. Jangan biarkan kesombongan menguasai hatiku ketika Engkau memberkati. Amin.
Tuhan Yesus memberkati berlimpah-limpah dan limpah.
Selamat beribadah. Salam bahagia,
Tim Penggembalaan
Gosyen Blessing Church