Bacaan Setahun : Matius 14, Markus 6
Pembahasan: Matius 14: 22 - 33
Ayat Rhema:
Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: "Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?"—Matius 14:31
Perahu kehidupan kita sering kali mencerminkan pengalaman para murid dalam gelapnya malam dan badai. Ketika melihat Yesus berjalan di atas air, mereka menjadi takut, ragu, dan mengira Dia hantu. Padahal mereka sudah taat sebelumnya, berlayar sesuai perintah Yesus, namun ketaatan itu justru membawa mereka pada ujian berikutnya. Kehidupan pun sering berjalan demikian—satu ketaatan diikuti oleh ketaatan lainnya, dan iman diuji ketika rancangan dan panggilan Tuhan hadir dengan cara yang tidak selalu kita mengerti.
Petrus kemudian merespons suara Yesus dan berani melangkah keluar dari perahu. Selama matanya tertuju kepada Yesus, ia berjalan di atas air; tetapi ketika memperhatikan angin, ia mulai tenggelam. Iman yang hidup bukan iman yang kurang percaya atau bimbang; bukan sekedar berani melangkah, melainkan terus taat dan memandang Kristus, apa pun kondisinya, bahkan di tengah badai.
Apakah kita berhenti pada satu langkah iman, atau terus melangkah dalam ketaatan dengan mata yang tertuju kepada Yesus—Tuhan yang akan selalu mengulurkan tangan-Nya dan memberi damai di tengah ketakutan?
Yang harus dilakukan
✅ Miliki iman dan respon percaya yang benar.
✅ Berani melangkah, dan tidak mudah menyerah.
Pokok Doa
Ya Tuhan, teguhkan dan kuatkan imanku untuk dalam mengarungi perahu kehidupanku walaupun mungkin harus melewati badai. Amin.
Tuhan Yesus memberkati berlimpah-limpah dan limpah.
Salam bahagia,
Tim Penggembalaan
Gosyen Blessing Church