Bacaan Setahun: 2 Tawarikih 14–15
Pembahasan : 2 Tawarikh 15:1-19
Ayat Rhema:
"Bahkan raja Asa memecat Maakha, neneknya, dari pangkat ibu suri, karena neneknya itu membuat patung Asyera yang keji. Asa merobohkan patung yang keji itu, menumbuknya sampai halus dan membakarnya di lembah Kidron."— 2 Tawarikh 15:16
Sering kali kita mengira bahwa pembaruan rohani dimulai dari apa yang tampak di luar. Kita memperbaiki kebiasaan, kembali rajin beribadah, lebih aktif melayani, atau berusaha terlihat semakin rohani di hadapan orang lain. Namun, di hadapan Tuhan, pembaruan yang sejati tidak berhenti pada perubahan penampilan, Tuhan ingin menyentuh bagian terdalam hidup kita.
Raja Asa memberi kita teladan bahwa pertobatan yang sungguh-sungguh membutuhkan keberanian untuk membereskan segala sesuatu yang tidak berkenan kepada Tuhan, bahkan ketika hal itu menyangkut orang terdekat dan sesuatu yang sudah lama dianggap biasa. Tidak ada kompromi, tidak ada pengecualian, dan tidak ada yang boleh dipertahankan hanya karena alasan hubungan atau kenyamanan. Pembaruan sejati terjadi ketika kita bersedia berkata “ya” kepada Tuhan dan “tidak” kepada segala sesuatu yang menjauhkan kita dari-Nya, tanpa pandang bulu.
Jangan hanya bertanya, “Apa yang harus saya ubah di luar?” tetapi tanyakan, “Apa yang masih saya pertahankan di dalam, padahal Tuhan ingin saya lepaskan?
Yang Harus Dilakukan:
1. Bertobat dengan sungguh-sungguh
2. Tidak berkompromi dengan dosa
3. Berani mengambil keputusan meskipun tidak nyaman
Pokok Doa:
Tuhan, selidiki dan bersihkan hati kami dari segala dosa dan Ajarkan kami untuk taat tanpa kompromi dan menempatkan Tuhan di atas segala sesuatu. Amin.
Tuhan Yesus memberkati berlimpah-limpah dan limpah.
Salam Damai Sejahtera,
Tim Penggembalaan.
Gosyen Blessing Church