Bacaan Setahun: Ayub 9–10
Pembahasan: Ayub 9:14–35
Ayat Rhema:
"Tidak ada wasit di antara kami, yang dapat memegang kami berdua!"—Ayub 9:33
Ayub mengenal Allah sebagai Pribadi yang berdaulat, tetapi penderitaan membuatnya bergumul dan mempertanyakan keadaan hidupnya. Ia tidak memahami mengapa orang benar pun dapat mengalami penderitaan (Ayub 9:22). Demikian pula dalam proses transformasi hidup, orang percaya tidak selalu memahami jalan Tuhan. Ada _doa yang belum dijawab, usaha yang belum membuahkan hasil, bahkan keadaan yang terasa tidak adil._ Kita boleh membawa pertanyaan dan pergumulan itu kepada Tuhan.
Transformasi bukan hanya perubahan keadaan, melainkan perubahan cara pandang dan sikap hati ketika menghadapi keadaan.
Kita belajar tetap percaya sekalipun belum memahami, tetap berdoa sekalipun belum melihat jawaban, dan tetap hidup dalam kebenaran sekalipun menghadapi ketidakadilan. Sebab, ujian iman menghasilkan ketekunan yang membawa kita kepada kedewasaan rohani (Yak. 1:2–4). Jangan biarkan pergumulan membuat kita menjauh dari Tuhan, tetapi biarlah pergumulan membentuk kita semakin mengenal, mempercayai, dan bergantung kepada-Nya.
Yang Harus Dilakukan:
✅ Tetap datang kepada Tuhan dan jujur dalam doa.
✅ Jangan kehilangan iman, integritas, dan pengharapan.
✅ Tetap percaya kepada Tuhan sekalipun belum memahami jalan dan waktu-Nya.
Pokok Doa:
Tuhan Yesus, kuatkan iman dan pengharapanku ketika menghadapi pergumulan hidup. Amin.
Selamat beribadah.
Tuhan Yesus memberkati berlimpah, limpah, dan limpah.
Salam Damai Sejahtera,
Tim Penggembalaan
Gosyen Blessing Church