Bacaan Setahun: Kejadian 49-50
Pembahasan: Kejadian 50:15-21
Ayat Rhema
"Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, ...."— Kejadian 50:20
Perjalanan Yusuf tidak berakhir dengan kepahitan, tetapi dengan iman yang hidup. Ia melihat tangan Tuhan di balik setiap proses—dari sumur hingga istana. Inilah iman yang memelihara hidup: iman yang tidak mati oleh penderitaan, tetapi dimurnikan olehnya. Kisah Yusuf menjadi “tulisan yang hidup”, kesaksian bahwa di tangan Tuhan, tidak ada luka yang sia-sia—semuanya sedang diarahkan menjadi kebaikan.
Di zaman akhir, iman seperti inilah yang dibutuhkan— iman yang tidak reaktif terhadap luka, tidak pahit dalam tekanan, dan tetap percaya pada kedaulatan Tuhan. Respon kita bukan sekedar bertahan, tetapi juga seperti Yusuf: tetap mengampuni saat disakiti, tetap setia saat dilupakan, dan tetap percaya saat keadaan tidak berubah. Saat kita hidup demikian, kita sedang "menulis" kesaksian yang akan dipakai Tuhan untuk memelihara iman banyak jiwa.
Yang harus dilakukan
✅️ Percayalah atas pemeliharaan dan penyertaan Tuhan Yesus.
✅ Jangan memilih kepahitan. Ampuni, tetap setia, dan latih hati melihat tangan Tuhan dalam setiap proses.
Pokok Doa
Tuhan Yesus, ajar kami memiliki iman yang hidup seperti Yusuf. Di tengah luka dan ketidakadilan, mampukan kami tetap percaya pada kedaulatan-Mu. Amin.
Tuhan Yesus memberkati berlimpah-limpah dan limpah.
Salam bahagia,
Tim Penggembalaan.
Gosyen Blessing Church.