Bacaan Setahun: Hakim-Hakim 10–11
Pembahasan: Hakim-Hakim 11:1–11
Ayat Rhema:
"Maka Yefta ikut dengan para tua-tua Gilead, lalu bangsa itu mengangkat dia menjadi kepala dan panglima mereka. Tetapi Yefta membawa seluruh perkaranya itu ke hadapan TUHAN, di Mizpa." — Hakim-hakim 11:11
Biasanya seorang pemimpin dipilih karena berasal dari keluarga yang baik dan memiliki latar belakang yang terhormat. Namun Tuhan justru memakai Yefta, anak seorang perempuan sundal yang ditolak saudara-saudaranya dan kehilangan hak warisnya. Ketika bangsa Israel ditindas oleh bani Amon, para tua-tua Gilead memanggil Yefta kembali untuk menjadi panglima perang. Tuhan memakai orang yang pernah terbuang ini untuk membawa kemenangan bagi Israel.
Kisah Yefta mengingatkan kita bahwa masa lalu dan penolakan tidak pernah menghalangi rencana Tuhan. Jangan biarkan penolakan menentukan masa depan kita. Jika hari ini kita merasa tidak dihargai, ditolak, atau diabaikan, jangan berkecil hati.
Tetaplah setia kepada Tuhan, sebab pada waktu-Nya Dia sanggup mengangkat dan memakai hidup kita untuk kemuliaan nama-Nya.
Yang harus dilakukan
✅ Percayalah bahwa masa lalu dan penolakan tidak dapat menggagalkan rencana Tuhan.
✅ Tetaplah rendah hati dan setia menantikan waktu Tuhan.
Pokok Doa
“Tuhan Yesus, terima kasih atas firman-Mu. Mampukan aku belajar dari kehidupan Yefta untuk tetap setia, rendah hati, dan percaya bahwa Engkau sanggup memakai hidupku bagi kemuliaan-Mu. Amin.”
Tuhan Yesus memberkati berlimpah, limpah, dan limpah.
Salam bahagia,
Tim Penggembalaan
Gosyen Blessing Church