Bacaan Setahun: Yesaya 5–8
Pembahasan: Yesaya 7:1–9
Ayat Rhema:
"dan katakanlah kepadanya: Teguhkanlah hatimu dan tinggallah tenang, janganlah takut dan janganlah hatimu kecut karena kedua puntung kayu api yang berasap ini, yaitu kepanasan amarah Rezin dengan Aram dan anak Remalya."—Yesaya 7:4
Seperti layang-layang yang terbang tinggi, jika tali kendalinya terlepas, ia akan mudah terombang-ambing angin dan akhirnya jatuh. Demikian juga dengan hati manusia ketika takut dan panik, ia bisa terhempas dalam keputusan yang salah. Itulah yang terjadi pada Ahas. Padahal Tuhan sudah menegaskan lewat Yesaya: tinggallah tenang dan jangan takut. Namun Ahas memilih bersandar pada kekuatannya sendiri.
Tuhan mengingatkan kita bahwa di tengah ancaman apa pun, kita harus tetap tenang. Jangan membiarkan ketakutan menguasai hati, sebab dalam ketenangan dan iman kepada Tuhanlah keselamatan itu ada. Dia sanggup menjaga, menopang, dan memberi jalan keluar tepat pada waktunya.
Yang harus dilakukan
✅ Belajar tenang dan percaya ketika masalah datang, karena Tuhan selalu memegang kendali.
✅ Jangan biarkan rasa takut menguasai hati, melainkan isi dengan firman dan doa.
Pokok Doa
"Tuhan, saya mau usir segala ketakutan yang selama ini menyerang saya. Saya percaya pertolongan Tuhan tidak pernah terlambat. Amin."
Tuhan Yesus memberkati berlimpah, limpah, dan limpah.
Salam bahagia,
Tim Penggembalaan
Gosyen Blessing Church