Bacaan Setahun: 1 Samuel 31, 2 Samuel 1
Pembahasan: 1 Samuel 31:1–7
Ayat Rhema:
Lalu berkatalah Saul kepada pembawa senjatanya: "Hunuslah pedangmu dan tikamlah aku, supaya jangan datang orang-orang yang tidak bersunat ini menikam aku dan memperlakukan aku sebagai permainan." Tetapi pembawa senjatanya tidak mau, karena ia sangat segan. Kemudian Saul mengambil pedang itu dan menjatuhkan dirinya ke atasnya." — 1 Samuel 31:4
Akhir yang tragis dari raja Saul. Seorang raja yang dipilih langsung Allah untuk umat Israel. Ia mengawali hidupnya dengan takut akan Tuhan, sehingga ke mana pun ia pergi, ia selalu menang dalam peperangan. Tetapi, karena ia mulai mengabaikan teguran Tuhan dan berjalan menurut kehendaknya sendiri, maka akhir hidupnya tidak berkenan kepada Tuhan.
Hal ini pun bisa terjadi pada kita. Diawali dengan rasa cinta yang luar biasa kepada Tuhan dan selalu taat pada apa yang Tuhan kehendaki. Tetapi dalam perjalanan hidup, kita mulai melupakan kehendak Tuhan ketika sudah merasa sukses, kaya, berhasil, pandai, dan sebagainya. Hati-hati! Apa yang kita awali bisa berakhir tragis seperti Saul, jika kita tidak memelihara perkenanan Tuhan dalam hidup kita.
Tuhan bukan hanya ingin kita memulai dengan baik, tetapi juga tetap setia dan menyelesaikan perjalanan bersama-Nya dengan baik.
Yang harus dilakukan
✅ Jaga cinta mula-mula kepada Tuhan agar tetap menyala dalam hidup kita.
✅ Hidup berserah pada tuntunan Tuhan.
Pokok Doa
“Tuhan Yesus, ampuni aku, jagai aku, dan teguhkan aku. Amin.”
Tuhan Yesus memberkati berlimpah, limpah, dan limpah.
Salam bahagia,
Tim Penggembalaan
Gosyen Blessing Church