Bacaan Setahun: Ulangan 26–27
Pembahasan: Ulangan 26:1–11
Ayat Rhema:
"dan haruslah engkau, orang Lewi dan orang asing yang ada di tengah-tengahmu bersukaria karena segala yang baik yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu dan kepada seisi rumahmu." — Ulangan 26:11
Ketika bangsa Israel memasuki Tanah Perjanjian, Tuhan memerintahkan mereka membawa hasil pertama dari panen sebagai ucapan syukur. Sebelum menikmati hasilnya, mereka harus terlebih dahulu mengingat bagaimana Tuhan telah memimpin, memelihara, dan membawa mereka keluar dari perbudakan. Tuhan tidak ingin mereka menikmati berkat tanpa mengingat sumber berkat itu.
Sering kali kita lebih mudah meminta daripada bersyukur. Saat doa dijawab, masalah teratasi, atau berkat diterima, kita segera melanjutkan hidup tanpa berhenti sejenak untuk mengucap syukur. Padahal hati yang bersyukur adalah tanda hati yang menyadari bahwa semua yang dimilikinya berasal dari Tuhan Yesus. Semakin kita mengingat kebaikan-Nya, semakin kita belajar hidup dalam sukacita dan kerendahan hati.
Syukur bukan sekadar ucapan, tetapi pengakuan bahwa Tuhan adalah sumber segala yang baik.
Yang harus dilakukan
✅ Luangkan waktu untuk mengucap syukur setiap hari.
✅ Ingat kembali kebaikan Tuhan dalam perjalanan hidup kita.
✅ Belajar menikmati berkat tanpa melupakan Pemberi berkat.
Pokok Doa
“Tuhan Yesus, terima kasih atas segala kebaikan-Mu dalam hidup saya. Ajar saya memiliki hati yang selalu bersyukur dan tidak pernah melupakan penyertaan-Mu. Amin.”
Tuhan Yesus memberkati berlimpah, limpah, dan limpah.
Salam bahagia,
Tim Penggembalaan
Gosyen Blessing Church