KEDAMAIAN HIDUP (BAG.2)

August 8, 2026 by
PT. Karya Digital Solusindo

Bacaan Setahun: 1 Samuel 25-26

Pembahasan: 1 Samuel 25:1–44

Ayat Rhema:

Lalu berkatalah Daud kepada Abigail: "Terpujilah TUHAN, Allah Israel, yang mengutus engkau menemui aku pada hari ini; terpujilah kebijakanmu dan terpujilah engkau sendiri, bahwa engkau pada hari ini menahan aku dari pada melakukan hutang darah dan dari pada bertindak sendiri dalam mencari keadilan."—1 Samuel 25:32-33


Abigail hadir pada saat yang sangat genting. Ketika Daud dipenuhi kemarahan karena penghinaan Nabal dan hampir membalas dengan kekerasan, Abigail datang dengan kerendahan hati, hikmat, dan perkataan yang menenangkan. Kehadirannya bukan hanya menyelamatkan keluarganya, tetapi juga menjaga Daud agar tidak jatuh ke dalam dosa karena mengikuti emosinya. Kedamaian hati sering kali lahir ketika kita memberi ruang bagi hikmat Tuhan untuk menguasai hati, bukan amarah.


Di tengah kehidupan yang penuh tekanan dan konflik, Tuhan juga memanggil kita menjadi seperti Abigail— membawa damai, meredakan pertikaian, dan menggunakan perkataan yang membangun , bukan yang memperkeruh keadaan. Orang yang dipenuhi damai sejahtera Tuhan tidak mudah dikuasai emosi, tetapi menjadi alat Tuhan untuk menghadirkan kasih, pengampunan, dan ketenangan bagi orang-orang di sekitarnya.


Yang harus dilakukan

✅️ Kendalikan emosi dengan meminta hikmat Tuhan sebelum bertindak.

✅ Jadilah pribadi yang dipakai Tuhan untuk mendamaikan, bukan memecah belah.


Pokok Doa

"Tuhan Yesus, penuhi hatiku dengan hikmat dan damai sejahtera-Mu. Tolong aku agar tidak dikuasai emosi, tetapi mampu menjadi pembawa damai melalui setiap perkataan dan tindakanku. Amin."


Selamat beribadah.

Tuhan Yesus  memberkati berlimpah-limpah dan limpah.


Salam bahagia,

Tim Penggembalaan.

Gosyen Blessing Church.

PT. Karya Digital Solusindo August 8, 2026
Tags
Archive