Bacaan Setahun : 2 Samuel 16–18
Pembahasan : 2 Samuel 17:1–29
Ayat Rhema :
"Ketika dilihat Ahitofel, bahwa nasihatnya tidak dipedulikan, dipasangnyalah pelana keledainya, lalu berangkatlah ia ke rumahnya, ke kotanya; ia mengatur urusan rumah tangganya, kemudian menggantung diri."–2 Samuel 17:23a
Ahitofel dikenal sebagai penasihat Daud yang bijaksana— nasihatnya dianggap seakan-akan dari Tuhan sendiri (2 Sam. 16:23). Namun sayangnya, ketika kesetiaannya berpindah dari Daud kepada Absalom demi ambisi pribadi, hikmatnya menjadi kehilangan arah ilahi. Ia berdiri di pihak yang salah; bukan karena kurang cerdas, tapi karena hatinya digerakkan oleh ambisi, kekecewaan dan kepahitan masa lalu. Ketika Absalom menolak nasihatnya dan lebih memilih strategi Husai, Ahitofel merasa harga dirinya hancur dan memilih untuk mengakhiri hidupnya. Ini adalah akhir tragis seseorang yang pernah dipenuhi hikmat, tetapi tidak lagi hidup takut akan Tuhan.
Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN,"–Amsal 9:10a
Hikmat sejati tidak lahir hanya dari kecerdasan atau pengalaman, tetapi dari hati yang tunduk dan takut akan Tuhan. Tanpa rasa takut akan Tuhan, hikmat berubah menjadi alat ambisi yang bisa menghancurkan diri sendiri dan orang lain.
Yang harus dilakukan
✅ Hiduplah dalam takut akan Tuhan.
✅ Dengarkan dan taati suara Tuhan, bukan dorongan ambisi pribadi.
Pokok Doa
"Tuhan ajarku untuk setia kepada-Mu. Jangan biarkan aku mengambil keputusan berdasarkan egoku, tapi tuntunlah aku dalam hikmat yabg berasal dari-Mu. Aku mau hidup dalam takut akan Engkau selalu. Amin"
Tuhan Yesus memberkati berlimpah-limpah dan limpah.
Salam bahagia,
Tim Penggembalaan
Gosyen Blessing Church