Skip to Content

KESOMBONGAN SELALU BERAKHIR DENGAN KEHANCURAN

October 30, 2026 by
KESOMBONGAN SELALU BERAKHIR DENGAN KEHANCURAN
gosyenblessingchurch

Bacaan Setahun: Ester 1–3
Pembahasan: Ester 3:1–15
Ayat Rhema:
"Ketika Haman melihat, bahwa Mordekhai tidak berlutut dan sujud kepadanya, maka sangat panaslah hati Haman."—Ester 3:5

Marah adalah perasaan yang wajar dalam diri manusia. Namun, kemarahan yang tidak terkendali sangat berbahaya! Contohnya, Haman. Ia sangat marah karena Mordekhai tidak sujud kepadanya. Kemarahannya tidak berhenti pada Mordekhai, tetapi berkembang menjadi rencana kejam untuk memusnahkan seluruh bangsa Yahudi di wilayah Kerajaan Persia.

Kebencian yang bermula dari kesombongan pribadi berubah menjadi rencana besar yang mengancam kehidupan jutaan orang. Renungan ini mengajak kita memeriksa hati. Apakah kita mudah tersinggung ketika tidak dihargai? Tuhan rindu kita hidup dengan hati yang rendah, tidak dikuasai ego, dan tidak membiarkan ambisi membawa kita menjauh dari kasih, dari Tuhan, dan dari sesama.

Belajarlah seperti Kristus. Walaupun Dia adalah Allah, tetapi Dia mau mengosongkan diri-Nya sendiri dan mengambil rupa seorang hamba, menjadi sama dengan manusia, bahkan sampai mati di kayu salib (Flp. 2:7–8).

Yang harus dilakukan:
✅ Miliki kerendahan hati. Jangan sombong dan jangan memiliki ambisi yang salah.
✅ Selalu ingat bahwa jabatan hanyalah titipan. Jangan menggunakan jabatan untuk mengejar kekuasaan.

Pokok Doa
Tuhan Yesus, tolong jagalah hati kami dari kesombongan dan ambisi yang salah. Ajarlah kami untuk hidup rendah hati dan setia di hadapan-Mu. Amin.

Tuhan Yesus memberkati berlimpah, limpah, dan limpah.

Salam Damai Sejahtera,
Tim Penggembalaan

Gosyen Blessing Church

KESOMBONGAN SELALU BERAKHIR DENGAN KEHANCURAN
gosyenblessingchurch October 30, 2026
Tags
Archive