Bacaan Setahun: 1 Raja-raja 8, 2 Tawarikh 5
Pembahasan : 1 Raja-raja 8:22-61
Ayat Rhema:
"Dan dengarkanlah permohonan hamba-Mu dan umat-Mu Israel yang mereka panjatkan di tempat ini; bahwa Engkau juga yang mendengarnya di tempat kediaman-Mu di sorga; dan apabila Engkau mendengarnya, maka Engkau akan mengampuni."—1 Raja-raja 8:30
Ketika Salomo berdoa di Bait Allah, ia datang bukan sebagai raja agung, tetapi sebagai hamba yang rendah hati . Ia berlutut, mengangkat tangannya, dan memohon agar Tuhan mendengar permohonan umat-Nya. Doa Salomo bukan berisi tuntutan, melainkan pengakuan akan kasih dan kemurahan Tuhan. Ia tahu bahwa doa bukanlah alat untuk memaksa surga, tetapi saluran untuk menyatukan hati manusia dengan kehendak Allah.
Doa Salomo ini selaras dengan doa Yesus di Taman Getsemani. Yesus berseru dalam doa-Nya, “... tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki” (Mat. 26:39). Yesus tidak berdoa untuk membebaskan diri dari salib, tetapi untuk taat. Di situ kita belajar, bahwa iman sejati bukan soal “mengklaim” apa yang kita inginkan, tetapi berserah dan mempercayai bahwa kehendak Bapa lebih indah dari apa pun yang kita pikirkan.
Yang harus dilakukan
✅ Jangan jadikan doa sebagai alat memaksa Tuhan, tapi sebagai jalan untuk mengenal hati dan rencana-Nya.
✅ Iman sejati bukan hanya percaya bahwa Tuhan sanggup, tapi juga percaya bahwa rencana-Nya adalah yang terbaik.
Pokok Doa
"Tuhan, ajarku datang kepada-Mu bukan dengan tuntutan, tapi dengan hati yang percaya dan berserah. Kiranya Engkau mendengar setiap doaku dan menjadikannya bagian dari karya-Mu yang besar. Amin."
Tuhan Yesus memberkati berlimpah, limpah, dan limpah.
Salam bahagia,
Tim Penggembalaan
Gosyen Blessing Church