Bacaan Setahun : Yohanes 6
Pembahasan: Yohanes 6:1–15
Ayat Rhema :
"Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?"–Yohanes 6:9
Yesus tidak memandang keterbatasan roti dan ikan itu dari sisi manusia (5 + 2), tetapi dari sisi kuasa Tuhan yang mampu melipatgandakan berkat menjadi cukup untuk 5000 orang bahkan bersisa 12 bakul. Ini menunjukkan bahwa Tuhan tidak bekerja berdasarkan logika manusia, tetapi kuasa-Nya melihat jauh melampaui apa yang kita pikirkan.
Ujian yang ditanyakan Tuhan kepada Filipus (“Di mana kita akan membeli roti?”) bukan semata tentang logistik, melainkan tentang iman : apakah kita percaya bahwa Tuhan sanggup menyediakan? Reaksi kita terhadap keterbatasan mencerminkan seberapa besar iman kita. Tuhan tidak menunggu kita punya banyak. Ia hanya meminta kita membawa apa yang ada di tangan kita. Dalam Natal, Yesus datang ke dunia dalam kesederhanaan—dan justru dari sanalah karya besar Allah dimulai.
Yang harus dilakukan
Tuhan peduli dengan kebutuhan kita, bahkan ketika sumber daya kita sedikit. Ia mampu melipatgandakannya hingga melimpah, asalkan kita percaya dan bersedia terlibat dalam pekerjaan-Nya.
Pokok Doa
Tuhan, terima kasih untuk kasih-Mu lewat Natal. Aku percaya, dalam segala keterbatasanku, kuasa-Mu bekerja bahkan melebihi dari apa yang aku harapkan. Amin.
Selamat Natal.
Tuhan Yesus memberkati berlimpah-limpah dan limpah.
Salam bahagia,
Tim Penggembalaan
Gosyen Blessing Church