Bacaan Setahun: 1 Samuel 29–30
Pembahasan: 1 Samuel 30:1–25
Ayat Rhema:
"Dan Daud sangat terjepit, karena rakyat mengatakan hendak melempari dia dengan batu. Seluruh rakyat itu telah pedih hati, masing-masing karena anaknya laki-laki dan perempuan. Tetapi Daud menguatkan kepercayaannya kepada TUHAN, Allahnya." — 1 Samuel 30:6
Saat baterai ponsel hampir habis, kita akan segera mencari tempat untuk mengisi daya. Tanpa sumber tenaga, ponsel secanggih apa pun tidak dapat berfungsi. Demikian pula Daud. Ketika Ziklag dibakar, keluarganya ditawan, dan orang-orangnya ingin melemparinya dengan batu, ia tidak tenggelam dalam keputusasaan. Sebaliknya, Daud datang kepada Tuhan dan menguatkan dirinya di dalam hadirat-Nya.
Dalam hidup, kita tidak dapat bergantung pada keadaan atau orang lain. Di saat itulah Tuhan Yesus mengundang kita datang kepada-Nya. Kekuatan sejati bukan berasal dari keadaan yang baik, tetapi dari hubungan yang dekat dengan Tuhan Yesus. Saat kita mengandalkan-Nya, Dia akan memberikan hikmat, kekuatan, dan jalan keluar yang kita perlukan.
Orang yang kuat bukanlah yang tidak pernah jatuh, tetapi yang tahu ke mana harus datang untuk memperoleh kekuatan.
Yang harus dilakukan
✅ Datang kepada Tuhan saat menghadapi tekanan.
✅ Jangan biarkan keadaan melemahkan iman.
✅ Percaya bahwa Tuhan Yesus sanggup memulihkan segala sesuatu.
Pokok Doa
“Tuhan Yesus, tolong saya untuk selalu datang kepada-Mu dan percaya bahwa Engkau sanggup memulihkan setiap keadaan. Amin.”
Tuhan Yesus memberkati berlimpah, limpah, dan limpah.
Salam bahagia,
Tim Penggembalaan
Gosyen Blessing Church