Bacaan Setahun: Pengkhotbah 10-12
Pembahasan : Pengkhotbah 10:1-20
Ayat Rhema:
"Ucapan orang arif membuat ia dihormati, tetapi orang bodoh binasa karena kata-katanya sendiri."—Pengkhotbah 10:12 (BIMK)
Di zaman digital ini, banyak luka tidak lagi disebabkan oleh kata lisan, tetapi juga oleh jari-jari yang mengetik tanpa hikmat. Kebodohan kecil seringkali muncul lewat komentar tergesa-gesa—hal remeh yang justru berdampak besar, karena ditulis tanpa hikmat dan pertimbangan. Terjadi di grup, status, atau media sosial—hal ini bisa menjadi seperti ular yang memagut: menyakitkan, merusak, dan tidak bisa ditarik kembali.
Kebodohan yang terlihat remeh—sebenarnya mencerminkan kondisi hati yang tidak berhikmat.
Pengkhotbah mengingatkan bahwa ucapan orang bodoh membawa bencana , dan akhir komentarnya adalah kehancuran. Kadang, komentar benar pun menjadi salah, karena disampaikan di tempat yang salah dan pada waktu yang salah. Ini juga bukan hanya soal berkata kasar, tetapi soal kurangnya pertimbangan, hikmat, dan waktu yang tepat.
Yang harus dilakukan
✅ Tahan jari-jari sebelum mengetik komentar.
✅ Belajar melatih hati untuk mempertimbangkan dan berdoa sebelum berkomentar, terutama saat emosi terlibat.
Pokok Doa
"Tuhan, ajar aku untuk bijak dalam setiap ucapan dan ketikan jari-jari. Jangan biarkan aku menyakiti orang lain hanya karena emosi sesaat. Amin."
Tuhan Yesus memberkati berlimpah, limpah, dan limpah.
Salam bahagia,
Tim Penggembalaan
Gosyen Blessing Church