Bacaan Setahun: Lukas 22
Pembahasan: Lukas 22:14–23
Ayat Rhema:
"Lalu Ia mengambil roti, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka, kata-Nya: "Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku."—Lukas 22:19
Menjelang saat penderitaan-Nya, Yesus duduk bersama murid-murid-Nya dan menyiapkan meja anugerah. Di meja itu Ia memberikan roti dan anggur sebagai tanda penyerahan diri-Nya. Meja itu bukan meja orang-orang sempurna, di situ ada yang akan menyangkal, ada yang akan mengkhianati namun kasih Yesus tetap dibagikan.
Firman ini mengingatkan kita bahwa kita hidup oleh anugerah, bukan oleh kelayakan. Tuhan mengundang kita datang kepada-Nya, bukan karena kita sudah sempurna, tetapi karena kita membutuhkan kasih dan pengampunan-Nya. Salib adalah bukti bahwa Tuhan lebih dulu mengasihi kita.
Yang harus dilakukan
✅ Hargai pengorbanan Tuhan dengan hidup yang taat dan bersyukur.
✅ Datang kepada Tuhan dengan hati yang rendah dan penuh syukur.
Pokok Doa
“Tuhan, terima kasih untuk kasih dan pengorbanan-Mu bagi saya. Ajar saya hidup menghargai anugerah-Mu. Amin.”
Tuhan Yesus memberkati berlimpah, limpah, dan limpah.
Salam bahagia,
Tim Penggembalaan
Gosyen Blessing Church