Bacaan Setahun : 2 Korintus 5–9
Pembahasan: 2 Korintus 9:7–15
Ayat Rhema :
"Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita"–2 Korintus 9:7
Disini rasul Paulus berbicara tentang menabur dan menuai, tetapi prinsip ini bukanlah konsep investasi rohani untuk mencari keuntungan pribadi. Menabur dalam Kerajaan Allah bukan seperti menanam modal supaya kita mendapat balasan yang lebih besar. Jika motivasi kita memberi adalah supaya Tuhan “membayar kembali” dengan berkat berlipat ganda, maka hati kita sedang bertransaksi, bukan beribadah.
Paulus menekankan bahwa Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita—artinya memberi lahir dari kasih dan syukur, bukan dari hitung-hitungan untung rugi. Menabur adalah tindakan iman dan ketaatan , bukan strategi memperkaya diri.Tuhan sanggup mencukupkan dan melimpahkan kasih karunia pada kita. Tetapi tujuan akhirnya adalah bentuk kasih dan ucapan syukur kita pada Tuhan. Jadi fokusnya bukan “apa yang saya dapat".
Ketika kita memberi dengan hati yang benar, kita sedang mencerminkan Kristus yang memberi diri-Nya tanpa syarat. Itulah menabur yang sejati: bukan investasi, melainkan ekspresi kasih.
Yang harus dilakukan
✅ Menabur dengan kerelaan hati dan sukacita.
✅ Menjadi saluran berkat bagi sesama yang mencerminkan kasih Tuhan.
Pokok Doa
Tuhan, murnikan motivasi hati kami supaya kami memberi bukan karena ingin mendapat balasan, tetapi karena mengasihi Engkau dan bersyukur atas anugerah-Mu. Amin.
Tuhan Yesus memberkati berlimpah-limpah dan limpah.
Salam bahagia,
Tim Penggembalaan
Gosyen Blessing Church