Bacaan Setahun: Kisah Para Rasul 5-6
Pembahasan: Kisah Para Rasul 5:1-11
Ayat Rhema:
"....... Engkau bukan mendustai manusia, tetapi mendustai Allah."—Kisah Para Rasul 5:4b
Di masa kini, mungkin kisah Ananias dan Safira terasa sangat dekat dengan kehidupan kita. Kita hidup di zaman pencitraan, di mana kesetiaan, kemurahan hati, dan kerohanian sering diukur dari apa yang tampak di luar. Tidak jarang orang percaya kelihatannya setia, tetapi hatinya jauh dari Tuhan; terlihat murah hati, tetapi memberi demi pujian; terlihat rohani, tetapi diam-diam menyimpan kompromi di hadapan Tuhan. Masalahnya bukan pada aktivitas rohani, melainkan pada hati yang tidak lagi jujur di hadapan Allah.
Tuhan tidak pernah menuntut Ananias dan Safira menyerahkan seluruh milik mereka, tetapi Tuhan menuntut kejujuran dan ketulusan. Mereka bukan berdusta kepada manusia, melainkan kepada Allah yang hadir melalui Roh Kudus. Peristiwa ini menegaskan bahwa Tuhan lebih peduli pada hati yang jujur daripada persembahan yang besar, dan pada hidup berintegritas daripada tampilan rohani.
Apa yang terjadi pada "Ananias dan Safira" ini menjadi peringatan bahwa gereja dan iman tidak dapat dibangun di atas kemunafikan, sebab dosa yang tersembunyi akan selalu merusak dan membawa maut.
Yang harus dilakukan
✅ Datanglah kepada Tuhan dengan hati apa adanya, bukan topeng.
✅ Belajarlah jujur dan tulus di hadapan manusia dan Tuhan, bahkan tentang kelemahan dan kegagalan.
Pokok Doa
“Tuhan, aku mau datang kepada-Mu tanpa kepura-puraan. Selidiki hatiku dan ketahuilah jalan hidupku. Ajarku hidup dalam kebenaran, bukan hanya dalam penampilan rohani. Amin”
Selamat beribadah.
Tuhan Yesus memberkati berlimpah, limpah, dan limpah.
Salam bahagia,
Tim Penggembalaan
Gosyen Blessing Church