Bacaan Setahun : Amsal 25-26
Pembahasan : Amsal 25 : 1 - 28
Ayat Rhema:
"Orang yang tak dapat mengendalikan diri adalah seperti kota yang roboh temboknya."—Amsal 25 : 28
Amsal 25 menyinggung pentingnya pengendalian diri. Ada beberapa hal yang perlu mendapat perhatian khusus, yaitu menjaga perkataan karena dapat menimbulkan pertengkaran. Kita perlu berpikir terlebih dahulu sebelum berbicara, agar kata-kata yang keluar tidak menyakiti hati orang lain. Saat menerima teguranpun, kita perlu menelaahnya dengan hati yang terbuka.
Amsal 25:12 berkata, "Teguran orang yang bijak adalah seperti cincin emas dan hiasan kencana untuk telinga yang mendengar."
Pengendalian diri adalah salah satu aspek dari buah Roh. Ini adalah kemampuan yang diberikan Tuhan kepada orang percaya untuk menahan dan mengendalikan emosi, ucapan, dan hawa nafsu agar sesuai dengan firman Tuhan. Penguasaan diri juga berarti memiliki sikap yang tegas—ketika kita tahu sesuatu itu salah, kita berani berkata: tidak !. Karena itu, marilah kita minta tuntunan Tuhan agar menjadi kuat dalam mengendalikan diri, seperti nasihat dalam (1 Kor 9:27).
Yang harus dilakukan
✅ Melatih emosi kita agar menjadi sabar
✅ Minta hikmat dari Tuhan.
✅ Biarlah Tuhan yang memimpin jalan hidup kita.
Pokok Doa
"Ya Tuhan, ajari aku untuk dapat mengendalikan diri dan mau menerima teguran saat aku salah dalam melangkah dan biarlah Engkau yang menguasai seluruh aspek hidupku. Amin"
Tuhan Yesus memberkati berlimpah-limpah dan limpah.
Salam bahagia,
Tim Penggembalaan
Gosyen Blessing Church