Bacaan Setahun : Roma 4—7
Pembahasan: Roma 4:1–25
Ayat Rhema :
"Imannya tidak menjadi lemah, walaupun ia mengetahui, bahwa tubuhnya sudah sangat lemah, karena usianya telah kira-kira seratus tahun, dan bahwa rahim Sara telah tertutup"–Roma 4:19
Abraham memiliki iman yang teguh meski secara manusia tampak mustahil. Ia tahu tubuhnya telah lemah dan rahim Sara tertutup, tetapi ia tidak membiarkan fakta melemahkan imannya. Abraham tidak menyangkal kenyataan, namun ia memilih lebih percaya pada janji Allah daripada keterbatasannya. Inilah iman sejati: bukan menutup mata terhadap keadaan, melainkan tetap berpegang pada firman di tengah situasi yang tidak baik.
Sering kali iman kita goyah saat realita tidak sesuai harapan—usia, ekonomi, kesehatan, atau keluarga. Dari Abraham kita belajar bahwa iman bukan tentang kemampuan kita, tetapi tentang kebesaran Allah. Ketika situasi terlihat “mati”, Tuhan sanggup memberi kehidupan.
Jika hari ini ada janji yang terasa mustahil, tetaplah percaya. Allah yang berjanji adalah setia, dan kuasa-Nya tidak dibatasi waktu maupun keadaan.
Yang harus dilakukan
✅ Ingat akan janji Tuhan.
✅ Miliki iman yang tetap percaya meski realita tidak sama dengan janji Tuhan.
Pokok Doa
Tuhan, kuatkan hatiku agar imanku tidak menjadi lemah. Hidupkan kembali pengharapanku, dan tanamkan keyakinan bahwa Engkau setia menepati firman-Mu. Amin.
Tuhan Yesus memberkati berlimpah-limpah dan limpah.
Salam bahagia,
Tim Penggembalaan
Gosyen Blessing Church