Bacaan Setahun: Keluaran 1-2
Pembahasan: Keluaran 2:1-10
Ayat Rhema
"lalu mengandunglah ia dan melahirkan seorang anak laki-laki. Ketika dilihatnya, bahwa anak itu cantik, disembunyikannya tiga bulan lamanya."— Keluaran 2:2
Jangan sebut itu kasih jika hanya ingin merasa aman tanpa perjuangan dan pengorbanan. Ibu Musa tidak memelihara karena nyaman, tetapi karena iman dan pengharapan—dan ketika waktunya tiba, ia berani mempercayakan anaknya ke tangan Tuhan. Kakaknya pun tidak tinggal diam, tetapi mengawasi dengan keberanian. Ini bukan hanya kisah seorang ibu, tetapi potret keluarga yang berjalan dalam iman: berjuang, berjaga, dan percaya di tengah tekanan.
Banyak orang tua hari ini melakukan hal yang sama—takut kehilangan, takut anak salah jalan, takut masa depan tidak sesuai harapan. Lalu kita menggenggam lebih kuat, mengontrol lebih dalam, tetapi lupa benar-benar berdoa dan menuntun mereka dalam firman Tuhan. Padahal di titik kita tidak lagi sanggup berjuang mengatur segalanya, di situlah kita seharusnya belajar percaya.
Apa yang tampak seperti “melepaskan” sering kali adalah awal Tuhan bekerja — di situlah rencana-Nya yang besar mulai dinyatakan.
Yang harus dilakukan
✅ Membangun mezbah keluarga: doa dan firman Tuhan.
✅ Belajar mempercayakan, bukan mengontrol.
✅ Menempatkan Tuhan di atas segala kekuatiran.
✅ Evaluasi: kita sedang menuntun dengan iman, atau mengontrol karena takut?
Pokok Doa
Tuhan Yesus, beri kami hati yang mengasihi dengan iman dan keberanian. Ajari kami berjuang sekaligus percaya, agar keluarga kami berjalan dalam rencana-Mu yang besar. Amin.
Selamat beribadah.
Tuhan Yesus memberkati berlimpah-limpah dan limpah.
Salam bahagia,
Tim Penggembalaan.
Gosyen Blessing Church.