Bacaan Setahun: Mazmur 134, 146–150
Pembahasan : Mazmur 146:1–10
Ayat Rhema:
"Haleluya! Pujilah TUHAN, hai jiwaku!"–Mazmur 146:1
"Pujilah Tuhan, hai jiwaku". Hal ini menekankan bahwa pujian lahir dari hati, bukan sekedar formalitas atau ritual saja. Hati yang mengenal Tuhan sebagai Penolong, Pencipta, Pembela serta Raja bagi kita untuk selamanya.
Pujian bukan hanya tentang lagu yang kita nyanyikan atau kata-kata pujian kita bagi Tuhan, tetapi tentang sikap hati kita. Hati yang memuji akan tetap memuliakan Tuhan di tengah penderitaan, ketika doa belum dijawab, bahkan ketika jawaban Tuhan berbeda dengan yang kita harapkan.
Pujian sejati adalah bentuk pengakuan kita bahwa hanya Tuhanlah yang layak dimuliakan–bukan karena situasi kita, tapi karena siapa Dia.
Yang harus dilakukan
✅ Mengenal Tuhan lebih dekat lagi sebagai Penolong, Pencipta, Pembela dan Raja.
✅ Memuji Tuhan tidak hanya di bibir saja, tapi dari lubuk hati kita.
Pokok Doa
Tuhan, ajar aku memiliki hati yang terus memuji dan menyembahmu. Biarlah pujian dan syukur tidak hanya terucap dari bibirku, tapi dari hatiku. Aku memuliakan Engkau bukan karena situasiku baik, tapi karena Engkau baik dan setia selama-lamanya. Amin
Tuhan Yesus memberkati berlimpah, limpah, dan limpah.
Salam bahagia,
Tim Penggembalaan
Gosyen Blessing Church