Bacaan Setahun : Markus 1, Lukas 3
Pembahasan: Markus 1:40–45
Ayat Rhema :
Maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata kepadanya: "Aku mau, jadilah engkau tahir."–Markus 1:41
Orang kusta ini menyadari dirinya tidak layak. Pada masa itu, kusta dianggap sebagai kutuk—najis, menjijikkan, dan tidak boleh disentuh. Ia datang berlutut dengan penuh kerendahkan hati memohon kesembuhan dari Yesus. "Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku". Kalimat ini menandakan tidak ada keraguan sedikitpun akan kuasa Yesus, tetapi ia menyerahkan sepenuhnya pada kehendak Tuhan. Yesus pun mengulurkan tangan, menjamahnya, dan menjadikannya tahir.
Kesembuhan dari Tuhan bukan hanya kesembuhan secara fisik saja (sakit kusta), tetapi kesembuhan secara total –rasa ditolak, najis tidak diterima oleh sesama. Yesus adalah Sang Penyembuh sejati. Seberat apapun dosa serta penyakit kita, Yesus mau dan menyembuhkannya. Belas kasihan-Nya senantiasa ada bagi orang percaya yang mau datang dengan kerendahan hati kepada-Nya.
Yang harus dilakukan
✅ Datang kepada Tuhan dengan kerendahan hati bukan dengan kekuatan kita.
✅ Miliki iman yang kuat.
✅ Biar kehendak Tuhan yang boleh jadi dalam hidup kita.
Pokok Doa
Tuhan, aku datang kepada-Mu dengan segala kelemahan dan sakitku. Aku percaya akan kuasa-Mu dan biar kehendak-Mu jadi dalam hidupku. Amin.
Tuhan Yesus memberkati berlimpah-limpah dan limpah.
Selamat beribadah.
Salam bahagia,
Tim Penggembalaan
Gosyen Blessing Church